Thursday, March 24, 2011

Partai NARKOBA, akankah jadi kenyataan?

Berdasarkan informasi dari Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring, diperkirakan pada tahun 2010 lalu, pecandu NARKOBA di Indonesia telah mencapai 3,3 juta jiwaatau sekitar 1,99 persen dari jumlah penduduk (Sumber : kompas.com).

Dalam kalkulasi Politik, jumlah komunitas pemakai NARKOBA ini, sudah sangat layak untuk mendirikan sebuah Partai. Sebagai perbandingan pada Pemilu 2009, jumlah komunitas ini hampir mendekati suara yang diperoleh Partai HANURA, yakni dengan 3,9 juta suara.

Melihat komunitas masyarakat NARKOBA yang sedemikian besar ini, masihkah kita berleha-leha dalam memberantas bahaya laten ini. Haruskah kita menunggu? hingga komunitas ini mencapai 3% atau 5%dari penduduk negeri kita, yang pada akhirnya Partai NARKOBA benar-benar menjadi suatu kenyataan di Pemilu 2014.

13005881211911617502

Mengapa NARKOBA begitu mengerikan ?

Drugs User (Pecandu Narkoba), akan mengalami hal berikut…

Depresan, yaitu penekanan sistem sistem syaraf pusat dan akan mengurangi aktifitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.

Stimulan, akan merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.

Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada juga yang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja.

yang berakibat…

Dampak Fisik:

1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, kerusakan syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: gangguan peredaran darah
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

Dampak Psikis:

1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:

1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu

Dampak Hukum :

Pasal 82 ayat 1 (a), UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA
Mengimpor, mengekspor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual beli. atau menukar narkotika golongan I, dipidana dengan pidana mati atau pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahundandenda paling banyak Rp. 1,000.000.000,- (satu milyar rupiah)

Pasal 85 ayat 1 (a), UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA
Menggunakan narkotika golongan I bagi dirinya sendiri,dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.

Pasal 86 ayat 1 (a), UNDANG-UNDANG NO. 22 TAHUN 1997, TENTANG NARKOTIKA
Orang tua atau wali pencandu yang belum cukup umur, yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana penjara kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

NARKOBA akan MENGHANCURKAN kita…

dulunya KAYA, sekarang…

13005882081048346104
dulunya TERHORMAT, sekarang…

1300588293179203614

dulunya SEHAT, sekarang…

13005883401288244480


Mariii LAWAN !!! NARKOBA


Sumber Tulisan
:

01. Ancaman Hukuman Bagi Pengguna Dan Pengedar Narkoba
02. Narkoba dan Bahaya Pemakaiannya di Kalangan Remaja

Artikel Lainnya...

01. Wormhole dan Alam Barzakh
02. Ibu Mega adalah Kerabat Presiden SBY…Kok Sulit Koalisi?
03. Sejarah Bangsa Melayu dan Teori Atlantis

No comments:

Post a Comment